Terima Kasih Teruntuk Nyaman Yang Sempat Kau Suguhkan

Sikap dingin merubah segalanya

Iklan

Waktu selalu tau apa perannya. Ia bisa sangat kejam merobek hati yang sangat sesak tersebab rindu yang tertahan. Waktu juga adalah obat bagi kita yang sedang belajar melupakan rasa yang pernah tumbuh.

Disini tempatku bertanya tanya dalam diri, apakah rasa nyaman mengalahkan semua rasa yang lain (?)

Semua orang tentu memiliki kisahnya sendiri, begitupun aku.

Menjalin hubungan dengan seseorang yang bersikap dingin, merupakan hal yang belum pernah ku jamah sebelumnya. Entah kenapa hati ini sangat tertantang untuk menjalaninya. Dan rasa nyaman yang memberi kepercayaan bahwa semua akan baik baik saja. Namun rasa ragu pun muncul dengan tiba-tiba.

Apakah seseorang yang berhati dingin bisa membuatku senang (?)

Sehari- harinya kujalani hubungan dengan penuh keraguan. Walalupun kita berkegiatan bersama. Dalam pikiranku, Ia hanya sibuk dengan dunianya sendiri. Aku merasa bukan siapa-siapa. Egoku seakan membuat hati ini ragu dengannya.

Rasa nyaman hanya obat penawar saat hati sedang  merasa rindu, rindu yang amat rindu. Hanya saja perasaan tulus yang ku beri tak pantas bersanding dengan rasa kecewa yang ku rasa saat ini.

Kisah yang rumit tak berujung kepastian hati. Saat pikiran berpendapat bahwa Ia bukanlah orang yang kau butuhkan, namun hati merasakan hal yang berbeda. Rasa nyaman yang Ia beri sangat terasa ke dalam sukma.

Tapi kenapa hanya sesaat (?)

Apa yang harus ku lakukan (?)

Beri tau aku, agar aku mengalah dengan rasa nyaman yang kau beri.

Ada hal yang membuat hati ini merasa keraguan mendalam, hingga tiba saat dimana aku merasa bukan prioritas lagi untuknya. Saat saat dimana hati ini terus ingin menangis tanpa satupun teman yang tau bahwa aku sedang merasa gundah.

– SENYUMAN PENUH ARTI –

Semua rasa yang ada perlahan hilang, entah kemana. Aku hanya perantara dari semua rasa itu. Tapi rasa nyaman masih mengalahkan semua rasa yang hilang. Nyaman yang belum pernah kurasa, nyaman yang selalu ingin berada di dekatnya, bercerita apapun yang kurasa dengannya.

Rasa ingin merubah segalanya, tapi aku tidak bisa merubah kepribadiannya yang dingin. Aku telah mencoba untuk membiasakan perasaan, dan aku gagal (:

Waktu itu, aku menyerah. Menyerah dengan keadaan yang membuatku kecewa. Dan berpikir berulang kali, apakah Ia benar sayang padaku (?)

Tiba saat dimana ku ungkap kekecewaan yang kumiliki. Berat untuk ku ungkap, karena akan menyakiti hatinya. Tapi hati ini lebih perih.

“ aku menyerah, kita jalan sendiri-sendiri..”

Walau hanya lewat teks yang ku kirim, aku berharap Ia mengerti maksudku karena tak ada keberanian untuk ku ucap secara langsung, aku takut dan tak sanggup.

Sampai pada waktu Ia masih ingin tetap berusaha untuk berada disampingku saat ini, meski sudah ku ucap “aku menyerah.”

Aku bingung, sungguh.

Apa yang harus ku lakukan (?)

Apa sebuah kesempatan itu perlu dalam sebuah hubungan (?)

Ekspetasi memang tak selalu sama dengan realita. Tetapi sebuah harapan selalu setia dengan perasaan. Jadi kuputuskan untuk tetap mencintainya dalam diam. Berharap aku mampu menerima kekurangannya, melihat usahanya untuk merubah sikap dingin menjadi seseorang hangat kepadaku.

Jujur saat kamu kelak membaca apa yang kutuang dalam tulisan ini. Aku minta maaf belum sepenuhnya mengerti kamu. Teruntuk kamu yang sangat amat sibuk dengan segala kegiatanmu. Aku mengerti waktumu dengan duniamu. Namun tak ada salahnya untuk lebih menghargai waktu dengan orang yang berada di dekatmu saat ini. Yang tulus padamu. Yang berjuang untukmu.

Toleransi waktu dan saling mengerti itu indah dalam hubungan. Karena saat hati sudah kecewa, tidak mudah untuk percaya lagi, lagi dan lagi.

Potret Ekspresi Jiwa

Dari mata turun ke hati

Sebuah perjalanan dimana diri merasa kejenuhan yang teramat dalam. Mencoba melakukan hal yang baru tapi tidak sesuai yang aku mau. Rasa seperti ingin memuat ulang kenangan yang telah terjadi. Tapi diri ini menahan agar tidak terjadi lagi, lagi dan lagi.

Fotografi, salah satu wadah ekspresi jiwaku di dalam potret yang menghasilkan seni visual indah dipandang dan dinikmati oleh mata. Seni potret sudah ku jamah dari setahun yang lalu.

Banyak hal yang ku tuang dalam satu potret. Kita bebas mengekspresikan hal yang kita suka. Mau itu alam semesta, sosialita, maupun seseorang di dalam hidup kita.

Kenangan salah satu hal favorit dalam sebuah potret. Ceritaku berawal dari sebuah potret dimana diriku sedang menikmati sebuah matahari terbit di perkemahan. Kala itu aku duduk, sedang menunggu matahari yang bangun dari tidurnya. Keindahan terasa saat matahari mulai memancarkan sinar nya.

Seseorang yang menemaniku sedang “hunting” menangkap potret yang ada disekitar kita. Tak ku sadar Ia sedang mengambil potretku yang duduk memandangi matahari. Saat itu perasaan dimana kita masih merasa saling mengagumi dan dikagumi.

Ia salah satu inspirasi potret jiwaku. Mengambil potret dari mengagumi seseorang di dalam hidupnya. Dan akupun mulai mengikuti jejaknya, menjadikan potret sebagai ekspresi jiwa saat merasa senang maupun sedih.

Kenangan tidak pernah mati, ku pikir begitu. Dalam potret  ku tuang kesedihan, kepedihan, kekecewaan, kesenangan, kebahagiaan semua hal yang bisa ku rasa dan ku bagi dalam hidup ini. Jadi sangat banyak sesuatu yang bisa di pelajari dalam fotografi, dari sebuah potret bisa jadi kenangan yang indah.

Belajar Barista

Dari ngopi jadi belajar buat kopi

Ceritanya dulu belajar kopi pertama di tempat kerja pertama di Kim Soo Cafè Seminyak, Bali tahun 2016.

Semua basic kopi diajarin tapi cuma espresso based aja. Belajar dari para pro barista disana ‘cie pro’ hehe lanjut jadi pas liat cara mereka buat kopi asik juga nih.

Setiap barista punya caranya sendiri untuk berkembang. Nah, dari Kim Soo jadi suka ‘ngopi’ dan nongkrong bareng temen. Hingga punya pacar barista lo dulu, agak awkward sih hehe.

Pada saat ingin cari pengalaman lebih, terdamparlah aku ke coffee shop berikutnya Revolver Espresso Seminyak, Bali tahun 2017 lalu.

Disana aku dapet ilmu tentang Manual Brew, asiikkk banget! Dari Cold Brew sampai Pour Over/ V60. Cuma sayang gak ada Vietnam Drip, tapi tetep seru!

Jadi aku ngajuin Training Barista 3bulan untuk ngisi waktu libur kuliah + nilai training kuliah 😁 itu pas tahun 2018 kemarin.

Belajar barista itu susah gampang, buat kopi juga mesti dari hati dan mood kalian lo. Gak semudah lihat pro barista buat ‘latte art’ hmm.

Jadi awal diajarin dasar kopi, rasa, dan karakter kopi dulu. Setelah teori berkembang baru lanjut ke praktek latte art. Hal yang paling favorit saat membuat kopi!

Pertama latte art bikin gregetan asli, ekstra sabar dan ekstra perasaannya. Mesti pelan dan dari hati.

Sama seperti mencintai, butuh kesabaran dan pengorbanan hati (:

Jatuh bangun belajar ekstra, akhirnya dari lihat pro barista buat latte art aku bisa belajar otodidak, yeyyyyyyy

Enggak sulit mau belajar barista asal perlu niat, mau belajar, dan gak cepet mudah menyerah.

Dari guru saya @wahparama21 , dia ngajarin bahwa jangan menyerah jika gagal diawal, teruslah coba sampai bisa 🙂

Terimakasih banyak pengajarannya, jadi penikmat kopi gak hanya bisa nikmatin kopi enak, tapi justru mesti bisa buat kopi yang enak pula. Dan usaha itu enggak pernah mengkhianati hasil.

Foto : Caffèè Lattè

Sajak Awal Cerita Menjadi Blogger

Ruang hidup saya ada disini.

8 Feb ’19 – Halo nara blogger, di tahun 2019 banyak hal yang akan aku jadikan resolusi. Awalnya ingin lanjut buka usaha ‘kuliner’, tapi karna kegiatan kuliah yang sibuk banget juga di tambah rutinitas pekerjaan yang padat, jadi aku kesampingkan pikiranku untuk usaha.

Hffffff :((

Saat saat yang sudah berlalu di tahun 2018, umurku yang menginjak 20th, banyak pelajaran yang aku dapat.

Mulai dari kisah percintaan yang rumit, pekerjaan yang membosankan, hingga perkuliahan yang semakin sibuk huhu.

Awal mula mau jadi blogger, karna setiap orang atau teman atau sahabat bahkan pacarpun tidak ada untuk kita selama yang kita mau dan selama yang kita inginkan. Jadi aku putuskan mencurahkan isi hati ke ‘diary online’ ini.

Walaupun susah gampang mempelajari hal jadi blogger itu apa sih? Gimana sih caranya? Langkah awalnya seperti apa sih? Kalau ada niat ya pasti ada jalan.

Seenggaknya, isi hati tercurahkan dan urusan bisnis atau keuangan itu belakangan ya hehe.

Dari hobi suka masak, barista, dan akhirnya berlabuh ke dunia fotografi. Aku jadi paham bahwa makna hidup bukan hanya ada satu, tapi banyak hal yang bisa dipelajari dari hobi.

Blog selanjutnya akan membahas tentang apa aja sih hobi / kesenangan aku. Yuk kepoin, check it out!