Belajar Barista

Dari ngopi jadi belajar buat kopi

Iklan

Ceritanya dulu belajar kopi pertama di tempat kerja pertama di Kim Soo Cafè Seminyak, Bali tahun 2016.

Semua basic kopi diajarin tapi cuma espresso based aja. Belajar dari para pro barista disana ‘cie pro’ hehe lanjut jadi pas liat cara mereka buat kopi asik juga nih.

Setiap barista punya caranya sendiri untuk berkembang. Nah, dari Kim Soo jadi suka ‘ngopi’ dan nongkrong bareng temen. Hingga punya pacar barista lo dulu, agak awkward sih hehe.

Pada saat ingin cari pengalaman lebih, terdamparlah aku ke coffee shop berikutnya Revolver Espresso Seminyak, Bali tahun 2017 lalu.

Disana aku dapet ilmu tentang Manual Brew, asiikkk banget! Dari Cold Brew sampai Pour Over/ V60. Cuma sayang gak ada Vietnam Drip, tapi tetep seru!

Jadi aku ngajuin Training Barista 3bulan untuk ngisi waktu libur kuliah + nilai training kuliah 😁 itu pas tahun 2018 kemarin.

Belajar barista itu susah gampang, buat kopi juga mesti dari hati dan mood kalian lo. Gak semudah lihat pro barista buat ‘latte art’ hmm.

Jadi awal diajarin dasar kopi, rasa, dan karakter kopi dulu. Setelah teori berkembang baru lanjut ke praktek latte art. Hal yang paling favorit saat membuat kopi!

Pertama latte art bikin gregetan asli, ekstra sabar dan ekstra perasaannya. Mesti pelan dan dari hati.

Sama seperti mencintai, butuh kesabaran dan pengorbanan hati (:

Jatuh bangun belajar ekstra, akhirnya dari lihat pro barista buat latte art aku bisa belajar otodidak, yeyyyyyyy

Enggak sulit mau belajar barista asal perlu niat, mau belajar, dan gak cepet mudah menyerah.

Dari guru saya @wahparama21 , dia ngajarin bahwa jangan menyerah jika gagal diawal, teruslah coba sampai bisa 🙂

Terimakasih banyak pengajarannya, jadi penikmat kopi gak hanya bisa nikmatin kopi enak, tapi justru mesti bisa buat kopi yang enak pula. Dan usaha itu enggak pernah mengkhianati hasil.

Foto : Caffèè Lattè

10 respons untuk ‘Belajar Barista

  1. Wisss….Keren, Mbak !

    Semangat untuk menginspirasi Mbak, ditunggu tulisan-tulisan mengenai kegiatan menjadi barista. Saya bukan barista, tapi saya penggemar dan pecinta (mati) kopi. Sayangnya memang saya paling demen kopi instans (Karena sanggupnya itu doang….) hehehehe.

    Disukai oleh 1 orang

    1. Yasss, Tulisan mbak juga sangat mengispirasi tentang kehidupan sosial, Salutttt!!
      Terimakasih dukungannya, barista baru awal, tapi saya lebih suka fotografi hehe. enggak apa dari shacet bisa lebih pro soal kopi :)))))) hehehe

      Disukai oleh 2 orang

      1. Wah, terima kasih ya sudah berkunjung ke blog saya. Jadi malu.

        Tidak apa-apa Mbak, fotografi itu juga menarik, bahkan sangat menarik malah. Banyak kisah yang melatarbelakangi dan menjadi inspirasi dari sebuah foto, nah bagi orang awan seperti saya, ini pastinya adalah cerita-cerita yang sangat saya nantikan untuk dinikmati.
        Selamat menulis dan berkreasi ya, Mbak.

        Disukai oleh 1 orang

  2. Iyaa sama sama, kehidupan sosial juga menarik untuk dibahas karena banyak sebagian sekarang lebih memilih membuat blog untuk keperluan masing2. Semua berhak menginspirasi dengan cara mereka sendiri, hehehe. Terimakasihh, memang dari fotografilah saya akan bercerita dan menuang kisah saya :))))

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s